Tanaman Apotik Hidup
Tanaman apotik hidup atau dalam bahasa jawa biasa disebut empon-empon ini merupakan tumbuhan yang berkhasiat. Khasiat dalam empon-empon antara lain, meringankan migran, melawan jerawat dan flek hitam di wajah, membuat lambung nyaman, sebagai obat batuk. Dijaman modern ini, apotik hidup masih dicari-cari dan dijadikan obat herbal alami.
1. Sambiloto: Bermanfaat untuk mencegah pembentukan
radang, memperlancar air seni (diuretika), menurunkan panas badan
(antipiretika), obat sakit perut, kencing manis, dan terkena racun.
Kandungan senyawa kalium memberikan khasiat menurunkan tekanan darah.
Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto
10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan
kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid.
10-15 daun yang direbus sampai mendidih dan diminum air rebusannya.
2. Daun Dewa (Gynura divaricata): Daun dewa sebagai obat analgesik (meredakan rasa nyeri), anti Inflamasi (anti radang), melancarkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah tinggi, luka memar, pereda rasa nyerin, anti radang, menghentikan pendarahan, penurun panas, kencing manis atau diabetes mellitus dan sebagai pembersih racun dalam tubuh.
3. Daun cingcau: Bermanfaat untuk mengobati sakit perut, hipertensi, demam, mengendurkan otot, mengobati tumor ganas, kanker ginjal, antiradang, hipertensi, vertigo, kolesterol dan maag yang kronis.
5. Temu Lawak: Bermanfaat untuk anti inflamasi (anti radang), anti hepototoksik (anti keracunan empedu), hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi.
8. Beluntas: Tanaman ini berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan, membantu melancarkan pencernaan, meluruhkan keringat, menghilangkan bau badan dan bau mulut, meredakan demam, nyeri tulang, sakit pinggang, dan keputihan. Kadar minyak atsiri daun beluntas 5% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan pada kadar 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherechia coli.
Sekian posting kali ini semoga dapat bermanfaat untuk anda. Tunggu update an selanjutnya dengan posting informatif lainnya.










